Photobucket

Sabtu, 27 Maret 2010

Lirik Lagu Sherina – Geregetan



ku lihat lagi wajahnya
ku lirik lagi dia
semakin ku pandang wajahnya
semakin rupawan

matanya memancarkan cinta

senyumnya manja dan menggoda
gayanya wajar dan mempesona
siapa dia, hei hei

reff:
geregetan, jadinya geregetan
apa yang harus ku lakukan
geregetan duh aku geregetan
mungkinkah aku jatuh cinta

ku coba ku sapa dirinya
ku tanya siapa namanya
ku dengar desah suaranya
oh lengkaplah sudah

repeat reff

ku lihat lagi wajahnya
ku lirik lagi dia
semakin ku pandang wajahnya
semakin rupawan

matanya memancarkan cinta
senyumnya manja dan menggoda
gayanya wajar dan mempesona
siapa dia, hei hei

repeat reff

repeat reff [2x]

Baca Selengkapnya...

Jumat, 05 Maret 2010

Ragam Musik Nusantara

Pengertian Musik Nusantara
Yaitu, Musik yang berkembang diseluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan turun temurun yang masih dijalankan dalam masyarakat. Namun musik ini perlahan-lahan mulai tenggelam atau hilang dengan adanya pengaruh budaya musik barat. Perkembangannya sebenarnya cukup pesat namun terjadi pergeseran dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis.

Ragam/Jenis musik daerah Nusantara beserta keunikannya

Daerah Jawa Timur
Daerah Jawa Timur mempunyai ragam berupa irama Suling yang sangat mendominasi pertunjukan Reog Ponorogo yang sangat berkembang untuk mengiringi Reog

Daerah Jawa Barat
Musik di Daerah Jawa Barat mempunyai ciri khas tersendiri. Keaneka ragaman tersebut dapat dilihat dari instrumen atau alat musik yang digunakan, seperti calung, angklung dll.

Jenis alat musik yang digunakan dalam musik daerah nusantara antara lain :

Jawa Timur

  • Suling
  • Kempul
  • Kendang
  • Gong Kecil
  • Rebab

Jawa Barat
  • Angklung : Terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara digoyang
  • Calung : Terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara di pukul.
  • Arumba : Singkatan dari alunan rumpun bambu. Jadi, alat musik ini terbuat dari bambu. Permainan arumba adalah permainan angklung yang dilengkapi dengan susunan bambu mirip gambang atau saron yang dibunyikan dengan cara dipukul.
  • Gending Cianjuran : Jenis musik yang menonjolkan vocal khas Cianjuran. Alat musik ini terdiri atas kecapi, suling, dan rebab(kadang-kadang).
  • Musik Cirebonan atau Tarling : Nama Tarling diambil dari singkatan gitar dan suling karena kedua alat inilah yang dimainkan pada setiap pertunjukan.
  • Kliningan atau Klenengan : Suatu pemainan musik gamelan yang menggunakan vokal atau nyanyian. Alat musik ini menyerupai gamelan Jawa Tengah.
  • Celempungan : Jenis musik yang mengutamakan vokal atau gending. Alat musik ini terdiri atas kecapi, rebab, dan celempung (bambu besar yang berdawai), tapi kini diganti dengan gendang dan gong.
  • Gemelan Degung : Degung adalah seperangkat alat musik atau gamelan yang mempunyai ciri tertentu dalam warna musiknya. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pentatonis dengan laras pelog dan slendro.

Lagu-Lagu daerah Nusantara

Jawa Timur :
  1. Jula-Juli
  2. Tanduk Majeng
  3. Karaban Sape

Jawa Barat
  1. Bubuy Bulan
  2. Cing Cang Keling
  3. Manuk Dadali
  4. Panon Hideung
  5. Pileu Leu Yan
  6. Tokecang

Tokoh-Tokoh musik daerah Nusantara

Jawa Barat
• Daeng Sutikna
• Raden Mahar Angga Kusuma Dinata, lahir di Sumedang 7 Desember 1902, penemu titi laras sunda
• Koko koswara
• Sambas
• Beni korda

Baca Selengkapnya...

Minggu, 28 Februari 2010

Kahitna - Untukku




di saat engkau di sana
kadang langit terasa gelapnya

kemana langkahku pergi
selalu ada bayangmu
ku yakin makna nurani
kau takkan pernah terganti

saat lautan kau seberangi
janganlah ragu bersahut
ku percaya hati kecilku
kau takkan berpaling

reff:
walau ke ujung dunia
pasti akan ku nanti
mesti ke tujuh samudera
pasti ku kan menunggu
karena ku yakin
kau hanya untukku

saat lautan kau seberangi
janganlah ragu bersahut
ku yakin rasa nurani
kau takkan pernah terganti

pandanglah bintang berpijar
kau tak pernah tersembunyi
dimana kau berada
di sanalah cintaku

repeat reff

di saat engkau di sana
kadang langit terasa gelapnya
namun bintang kan tunjukkan
rinduku pada dirinya

repeat reff [2x]

walau ke ujung dunia
pasti akan ku nanti
mesti ke tujuh samudera
pasti ku kan menunggu

walau ke ujung dunia
pasti akan ku nanti
mesti ke tujuh samudera
pasti ku kan menunggu

karena ku yakin
kau hanya untukku
karena ku yakin
kau hanya untukku
hanya untukku

hanya untukku, hanya untukku
walau ke ujung dunia
hanya untukku Baca Selengkapnya...

Sabtu, 30 Januari 2010

Kisah Nabi Ilyasa As

Nabi Ilyasa adalah anak Akhtub bin 'Ajuz, yang lalu diangkat anak oleh Nabi Ilyas A.S. Beliau diangkat oleh Allah menjadi rasul sebagaimana telah tersebut di dalam AI Qur'an.
Artinya: “Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu teiah Kami berikan kepadanya keiebihan derajatnya di atas umat (di masanya).” .(QS. Al An'aam: 86).
"Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik."(Q.S. Shaad : 48)
Nabi ini termasuk hamba Allah yang terbaik. Konon nabi inilah yang disebut dalam kitab Taurat. Di antara mukjizatnya adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa
Pada zaman Nabi Ilyasa, rakyat hidup aman dan makmur karena umatnya selalu patuh kepada perintah dan ajaran Nabi Ilyasa. Kemudian setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, umatnya (Bani lsrail) meninggalkan hukum Taurat. Mereka mengambil jalan yang salah, yang makin hari makin bertambah kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah, sehingga Allah melenyapkan nikmat dan kesenangan dari mereka.Selanjutnya pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus A.S.
Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah siksaan kepada mereka dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru Baca Selengkapnya...